Hukum Onani saat Puasa Bikin Batal? Simak nih Penjelasannya

 

Pernahkah kalian terpikir, saat bangun tidur tiba-tiba onani (masturbasi) baik disengaja maupun tidak disengaja? Puasa merupakan sarana untuk menjaga dan mengontrol diri kita dari hawa nafsu yang muncul. Salah satunya yakni Istimna’ atau dalam bahasa sehari-hari kerap disebut dengan masturbasi atau onani? Pertanyaannya, masturbasi saat puasa apakah dapat membatalkan puasa?

Sesuai perkataan dari Ibnu Qudamah dalam Al Mughni :

“Jika seseorang mengeluarkan mani secara sengaja dengan tangannya, maka ia sudah melakukan suatu yang haram. Puasanya memang tidak batal kecuali jika mani itu keluar. Jika mani keluar, maka batallah puasanya. Karena perbuatan ini termasuk dalam makna qublah yang timbul dari adanya syahwat atau hawa nafsu.”

Penjelasan Lebih Detail Mengenai Onani

 

Onani atau masturbasi adalah rangsangan fisik yang dilakukan terhadap alat kelamin untuk menghasilkan perasaan nikmat sehingga mani dapat keluar secara paksa dengan cara disentuh atau digosok-gosok ataupun dengan alat pendukung.

Lalu yang menjadi pertanyaan disini, Apakah onani disaat puasa ini akan membatalkan puasa? Simak penjelasannya dibawah ini.

 

1. Berdasarkan sabda Rasul

Nabi Muhammad SAW pun berfirman seperti dibawah ini:

“Orang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat, makan dan minumnya.” (HR. Bukhari no. 7492).

Sudah paham? dari situ sudah jelas bahwa onani atau masturbasi menimbulkan syahwat ya.

 

2. Pernyataan Imam Nawawi

Adapun sabda dari Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 322) yang berkata:

“Jika seseorang mencium atau melakukan penetrasi selain pada kemaluan sang istri dengan kemaluannya atau menyentuh istrinya dengan tangannya atau dengan cara semisal itu lalu keluar mani, maka batallah puasanya. Jika tidak, maka tidak batal puasanya.”

 

3. Pernyataan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin pun pernah bersabda yang artinya:

“Jika seseorang memaksa keluar mani dengan cara apa pun baik itu dengan tangannya, menggosok-gosok ke tanah atau dengan cara lainnya, lalu keluarlah air mani, maka puasanya akan batal.” Demikian pendapat ulama madzhab, yaitu Imam Malik, Syafi’i, Abu Hanifah, beserta Ahmad.

 

4. Qiyas dan analogi yang membatalkan puasa

Ada juga qiyas atau analogi yang menyebabkan batalnya puasa karena muntah yang sengaja atau bekam hingga mengeluarkan darah. Dari keduanya jelas dapat membatalkan puasa. Kok bisa? Ya bisa karena menyebabkan lemah kondisi fisik.

Adapun keluarnya darah dalam proses bekam juga dianggap bisa melemahkan tubuh. Sama halnya saat kamu sedang masturbasi.

Oleh karenanya, saat keluarnya mani diperintahkan untuk mandi. Dan lebih baik lagi sesuai ajaran Islam dianjurkan mandi besar.

Baca juga : Pencairan THR 2021

Dapat di simpulkan bahwa onani atau masturbasi dapat menyebabkan seseorang batal puasanya.

Itulah hukum masturbasi saat puasa baik puasa ramadhan ataupun puasa sunah lainnya.